Kembali ke Blog
Cara membuat CV dan surat lamaran dengan AI: AI merapikan, isinya tetap dari kamu

Cara Membuat CV dan Surat Lamaran dengan AI + Contoh Prompt

Cara membuat CV dan surat lamaran dengan AI: AI merapikan, isinya tetap dari kamu

Dalam sebuah eksperimen dengan hampir setengah juta pencari kerja, mereka yang CV-nya dibantu dirapikan oleh alat bantu menulis otomatis diterima kerja sekitar 8% lebih sering (NBER). Alat itu cuma membetulkan ejaan, tata bahasa, dan kejelasan kalimat. Isi CV-nya tetap milik si pelamar.

Itu juga yang disarankan Managing Director Jobstreet by SEEK, Wisnu Dharmawan. Menurutnya, CV yang dibuat murni oleh AI tanpa disunting manusia "akan generik, mirip dengan CV lainnya" (IDX Channel via RCTI+).

Jawaban singkatnya: pakai AI untuk menyusun, merapikan, dan menyesuaikan CV dengan lowongan. Fakta di dalamnya, seperti pengalaman, angka, dan nama proyek, harus datang dari kamu. Tempelkan isi lowongan ke prompt, minta AI mengubah tugas jadi pencapaian, lalu cek setiap kalimat sebelum dikirim. Jangan ketik NIK, nomor rekening, atau foto KTP ke AI.

Apakah HRD menolak CV buatan AI?

Yang sering ditolak adalah CV yang terasa generik. Dalam survei Resume Now terhadap 925 pekerja HR di Amerika Serikat (Maret 2025), 62% mengatakan CV buatan AI yang tidak disesuaikan lebih mungkin ditolak. Di survei yang sama, 77% mengatakan lebih mungkin memanggil wawancara kandidat yang memakai AI dengan cermat untuk memperbaiki CV-nya (Resume Now). Survei ini tidak mencakup Indonesia, dan Resume Now sendiri menjual jasa pembuatan CV, jadi angkanya cukup dibaca sebagai gambaran arah.

Di Indonesia, kebanyakan CV masih dibaca langsung oleh orang. Laporan Jobstreet terhadap 1.273 staf rekrutmen menemukan 80% perusahaan yang disurvei memilih tidak memakai AI dalam proses rekrutmen. Alasan terbanyak: khawatir kehilangan interaksi dan sentuhan personal (44%) (Databoks). Laporan yang sama mencatat 71% perusahaan mempertimbangkan pengetahuan AI kandidat, kebanyakan sebagai nilai tambah.

Artinya, CV kamu kemungkinan besar dibaca manusia yang sedang memilah banyak lamaran. Jumlah pelamarnya juga besar. BPS mencatat 7,22 juta penganggur di Indonesia per Mei 2026 (Kontan). Dengan saingan sebanyak itu, CV yang mirip CV lain gampang dilewati.

Yang boleh dikerjakan AI dan yang harus kamu isi sendiri

AI jago merapikan bahasa, menyusun struktur, dan mencocokkan kata dengan isi lowongan. AI tidak tahu apa yang sebenarnya kamu kerjakan. Kalau bahannya kosong, AI akan mengisinya dengan kalimat umum atau, lebih buruk, mengarang pencapaian. Dalam survei Resume Now tadi, 94% responden mengaku pernah menemukan isi lamaran buatan AI yang menyesatkan atau tidak akurat.

Serahkan ke AI

Isi sendiri

Merapikan ejaan dan tata bahasa

Nama perusahaan, jabatan, dan tanggal

Mengubah daftar tugas jadi kalimat pencapaian

Angka hasil kerja (berapa orang, berapa persen, berapa rupiah)

Menyusun ringkasan profil dari bahan kamu

Alasan kamu tertarik ke perusahaan itu

Mencocokkan kata kunci dengan lowongan

Cerita spesifik yang hanya kamu tahu

Menerjemahkan CV ke bahasa Inggris

Keputusan akhir: kalimat mana yang jujur dan layak dikirim

Cara membuat CV dengan AI dalam 5 langkah

Langkah-langkah ini bisa dipakai di ChatGPT, Gemini, Claude, atau Meta AI. Kalau belum tahu mana yang cocok, baca perbandingan ChatGPT, Gemini, dan Claude.

1. Kumpulkan bahan mentah dulu. Tulis apa adanya di catatan: tempat kerja atau organisasi, jabatan, periode, tugas sehari-hari, dan hasil yang bisa dihitung. Tidak perlu rapi. Bahan inilah yang membuat CV kamu berbeda dari CV orang lain.

2. Tempelkan isi lowongan. Salin deskripsi pekerjaan dan kualifikasi dari iklan lowongan. AI butuh ini supaya tahu apa yang dicari perusahaan.

3. Minta AI menyusun draf dari bahan kamu. Beri batasan yang jelas: jangan menambah fakta baru, tandai bagian yang kurang data. Contoh promptnya ada di bagian berikutnya.

4. Cek setiap kalimat. Tanyakan ke diri sendiri: apakah ini benar terjadi, dan bisakah aku menjelaskannya saat wawancara? Kalau tidak, hapus atau perbaiki.

5. Rapikan format. Studi pelacakan mata dari Ladders menemukan perekrut rata-rata hanya melihat sebuah CV sekitar 7,4 detik di penyaringan awal. CV yang paling mudah dipindai memakai satu kolom, judul bagian yang jelas, dan poin-poin pencapaian. CV dengan banyak kolom dan kalimat panjang justru kalah (HR Dive).

Contoh prompt untuk membuat CV

Contoh di bawah memakai Rina, tokoh fiktif lulusan Akuntansi yang melamar posisi staf keuangan. Ganti bagian dalam kurung siku dengan data kamu. Prinsip menulis prompt seperti ini dibahas lebih lengkap di cara membuat prompt yang baik.

Prompt 1: ubah tugas jadi pencapaian

Aku melamar posisi [Staf Keuangan] di [perusahaan distribusi].
Ini pengalamanku, ditulis apa adanya:
- [Magang di bagian keuangan PT X, Jan–Jun 2026]
- [Input faktur pembelian tiap hari, sekitar 40 faktur]
- [Bantu rekonsiliasi bank tiap akhir bulan]
- [Bikin template Excel buat rekap piutang, dipakai tim sampai sekarang]

Ubah jadi 3–4 poin CV yang diawali kata kerja aktif.
Pakai hanya fakta dari daftar di atas. Jangan menambah angka,
alat, atau pencapaian yang tidak aku sebut. Kalau ada poin yang
lebih kuat dengan angka tapi angkanya belum ada, tulis [PERLU ANGKA].

Instruksi terakhir itu penting. Tanpa batasan ini, AI cenderung mengarang angka supaya kalimatnya terdengar meyakinkan.

Prompt 2: cocokkan CV dengan lowongan

Ini isi lowongan: [tempel deskripsi dan kualifikasi]
Ini CV-ku sekarang: [tempel CV, tanpa nomor HP, email, dan alamat]

1. Sebutkan kualifikasi di lowongan yang belum terlihat di CV-ku.
2. Untuk tiap kualifikasi itu, tanya aku apakah aku punya
   pengalaman yang relevan. Jangan langsung menuliskannya.

Dengan prompt ini, AI bertanya dulu sebelum menulis, jadi celah di CV kamu diisi dari jawabanmu sendiri. Jawab pertanyaannya, lalu minta AI memperbarui CV.

Prompt 3: ringkasan profil

Dari CV di atas, tulis ringkasan profil 2–3 kalimat untuk posisi
[Staf Keuangan]. Hindari kata seperti "pekerja keras", "bersemangat",
dan "berdedikasi". Sebut satu keahlian dan satu hasil kerja yang
paling relevan dengan lowongan.

Prompt 4: untuk fresh graduate tanpa pengalaman kerja

Aku fresh graduate [Akuntansi] tanpa pengalaman kerja penuh waktu.
Ini kegiatanku selama kuliah: [organisasi, kepanitiaan, magang,
proyek kelas, lomba, kerja paruh waktu].
Bantu aku memilih 3 kegiatan yang paling relevan untuk posisi
[Staf Keuangan], dan jelaskan alasannya. Setelah aku setuju,
baru ubah jadi poin CV.

Kalau hasil pertama belum pas, kamu tidak perlu mengulang dari nol. Lihat cara revisi jawaban ChatGPT.

Cara membuat surat lamaran kerja dengan AI

Surat lamaran punya masalah yang lebih besar dibanding CV. Sebuah studi di Freelancer.com menemukan bahwa sebelum ada AI, perusahaan mau membayar lebih untuk pelamar yang lamarannya disesuaikan dengan lowongan. Setelah AI membuat lamaran yang disesuaikan jadi mudah dibuat, nilai tambah itu hilang (Galdin & Silbert, arXiv). Sekarang hampir semua pelamar bisa membuat surat yang rapi dalam semenit, jadi surat yang rapi saja belum membuat lamaranmu menonjol.

Bagian yang tidak bisa ditiru AI adalah detail yang hanya kamu tahu: kenapa kamu tertarik ke perusahaan itu, dan satu cerita kerja yang membuktikan kamu cocok. Masukkan dua hal ini ke prompt.

Bantu aku menulis surat lamaran untuk posisi [Staf Keuangan]
di [nama perusahaan]. Maksimal 200 kata, bahasa Indonesia formal
tapi tidak kaku.

Alasan aku tertarik: [contoh: perusahaannya sedang buka cabang di
Jawa Tengah dan aku ingin ikut membangun sistem keuangannya dari awal]
Cerita yang membuktikan aku cocok: [contoh: template rekap piutang
buatanku masih dipakai tim magang sampai sekarang]

Jangan pakai kalimat pembuka "Dengan hormat, saya yang bertanda
tangan di bawah ini" dan jangan memuji perusahaan secara umum.

Struktur surat yang dihasilkan sebaiknya berisi empat bagian: posisi yang dilamar, alasan tertarik yang spesifik, satu bukti dari pengalaman, dan penutup yang menyebut kesediaan wawancara. Untuk email lamaran yang singkat, pelajaran Nulis Pesan yang Susah Dikirim di kelas ChatGPT buat Kerjaan Harian bisa membantu.

Data yang jangan kamu ketik ke AI

Untuk membuat CV, AI cukup tahu pengalaman dan keahlian kamu. Nomor HP, email, dan alamat bisa kamu tambahkan sendiri setelah drafnya jadi. Data berikut sebaiknya tidak diketik sama sekali:

  • NIK dan foto KTP. OJK memperingatkan NIK, KTP, dan foto wajah bisa disalahgunakan untuk membuka akun dan mengajukan pinjol atas nama korban (Bisnis.com).

  • Nomor rekening.

  • Riwayat kesehatan dan status keluarga.

Data yang sama juga tidak perlu ada di CV. Jobstreet menyarankan nomor identitas, riwayat kesehatan, dan status keluarga tidak dicantumkan di CV. Perusahaan yang benar-benar membutuhkannya akan memintanya setelah kamu menerima tawaran kerja resmi (Jobstreet). Kalau ada "rekruter" yang meminta data ini atau meminta biaya di awal proses, besar kemungkinan itu penipuan.

Mau tahu apa yang terjadi dengan isi chat kamu setelah diketik? Baca apakah ChatGPT menyimpan percakapan.

Cek terakhir sebelum kirim

  • Setiap angka dan nama proyek benar dan bisa kamu jelaskan saat wawancara.

  • Tidak ada tanda [PERLU ANGKA] atau kurung siku yang tertinggal.

  • Nama perusahaan dan posisi di surat lamaran sudah sesuai dengan lowongan yang dilamar.

  • Bahasanya terdengar seperti kamu. Coba bacakan keras-keras. Kalau ada kalimat yang tidak akan pernah kamu ucapkan, ganti.

  • Format satu kolom, disimpan sebagai PDF, dengan nama file yang jelas, misalnya CV_Rina_Staf_Keuangan.pdf.

FAQ

Apakah boleh membuat CV dengan AI? Boleh. Yang penting isinya benar dan sudah kamu sunting. Managing Director Jobstreet by SEEK menyebut CV yang dibuat murni oleh AI tanpa disunting manusia akan generik dan mirip CV lainnya.

Apakah HRD bisa tahu CV dibuat dengan AI? Banyak perusahaan mencoba mengeceknya. Dalam survei Resume Now terhadap pekerja HR di Amerika Serikat, 78% mengatakan perusahaannya aktif mengecek konten buatan AI. Cara paling aman adalah memastikan setiap kalimat berisi fakta dari pengalaman kamu sendiri.

AI apa yang paling bagus untuk membuat CV? ChatGPT, Gemini, Claude, dan Meta AI sama-sama bisa dipakai. Kualitas hasilnya sangat bergantung pada bahan dan prompt yang kamu berikan.

Apakah CV harus ATS friendly? Format yang mudah dibaca mesin juga mudah dibaca manusia: satu kolom, judul bagian jelas, tanpa tabel atau grafik rumit. Di Indonesia, survei Jobstreet menemukan 80% perusahaan belum memakai AI untuk rekrutmen, jadi pastikan CV kamu enak dibaca orang.

Bagaimana cara membuat CV dengan AI kalau belum punya pengalaman kerja? Daftarkan kegiatan selama kuliah atau sekolah, seperti organisasi, kepanitiaan, magang, proyek kelas, lomba, atau kerja paruh waktu. Minta AI memilih yang paling relevan dengan lowongan, lalu ubah jadi poin pencapaian.

Data apa yang tidak boleh dimasukkan ke AI saat membuat CV? Jangan ketik NIK, foto KTP, nomor rekening, riwayat kesehatan, dan status keluarga. Nomor HP, email, dan alamat bisa kamu tambahkan sendiri setelah draf CV jadi.


Sumber

Baca juga

Kelas terkait

Mau CV dan surat lamaran kamu tidak terdengar seperti tulisan AI? Mulai dari kelas ChatGPT buat Kerjaan Harian di Pawang.