Kembali ke Blog
Cara mengenali penipuan deepfake dan suara tiruan AI: suaranya mirip, belum tentu dia

Cara Mengenali Penipuan Deepfake dan Suara Tiruan AI

Dalam satu uji McAfee, rekaman suara sepanjang tiga detik sudah cukup untuk membuat tiruan suara yang 85% mirip dengan aslinya (McAfee). Tiga detik kira-kira sepanjang kalimat "Halo, Ma, ini aku."

Penipu memakai teknologi ini untuk menelepon sambil meniru suara anak, teman, atau atasan, lalu meminta transfer karena keadaan darurat. Di Indonesia, OJK sudah secara khusus memperingatkan modus tiruan suara (voice cloning) dan tiruan wajah (deepfake) ini (OJK).

Jawaban singkatnya: kamu tidak perlu jago teknologi untuk melindungi diri. Setiap kali ada permintaan uang atau data yang mendesak, tutup teleponnya, lalu hubungi orang itu lewat nomor yang sudah kamu simpan sendiri. Sepakati juga kata sandi keluarga. Kalau sudah terlanjur transfer, lapor ke bank dan ke iasc.ojk.go.id secepatnya, idealnya dalam 12 jam pertama.

Modus penipuan AI yang sudah terjadi di Indonesia

Penipuan dengan AI sudah terjadi di sini. Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat penipuan dengan menyamar sebagai orang lain (impersonation atau fake call) sebagai jenis penipuan terbanyak kedua, dengan 44.446 laporan sejak November 2024 sampai 14 Januari 2026. Total kerugian dari semua jenis penipuan yang dilaporkan dalam periode itu mencapai Rp9,1 triliun (Kontan). Pada Agustus 2025, OJK juga menyebut lebih dari 70.000 laporan penipuan yang memanfaatkan AI dalam tujuh bulan pertama 2025, termasuk 20.628 laporan telepon palsu (Bisnis.com).

Berikut empat modus yang sudah tercatat:

1. Suara keluarga atau teman yang minta uang. Penipu meniru suara orang dekat, lalu menelepon dengan cerita darurat: kecelakaan, ditahan polisi, atau butuh uang untuk rumah sakit. OJK menyebut AI memudahkan pelaku "merekam dan meniru suara seseorang" seperti teman, rekan kerja, atau anggota keluarga (OJK).

2. Video pejabat yang menawarkan bantuan palsu. Pada Januari 2025, Bareskrim Polri menangkap pelaku yang menyebarkan video deepfake Presiden Prabowo, Wakil Presiden Gibran, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menawarkan bantuan uang. Korban diminta membayar "biaya administrasi" untuk bantuan yang tidak pernah ada. Polisi mencatat 11 korban dalam empat bulan terakhir dengan kerugian sekitar Rp30 juta (CNN Indonesia).

3. Artis yang mempromosikan investasi, hadiah, atau judi online. Wajah dan suara artis terkenal dipalsukan untuk iklan judi online dan investasi bodong. Contohnya iklan judi online yang memakai deepfake Raffi Ahmad dan Najwa Shihab (Bisnis.com).

4. Foto yang diedit untuk memeras. Foto biasa dari media sosial diubah dengan AI menjadi gambar tidak senonoh, lalu dipakai untuk memeras korban. Polda Sumatera Utara menangkap pelaku kasus seperti ini pada Juli 2026 (Kompas).

Kenapa suara dan video palsu sulit dikenali?

Kalau kamu yakin bisa membedakan suara anakmu sendiri, angka-angka ini perlu kamu tahu:

  • Manusia hanya mengenali suara buatan AI 73% dari waktu. Studi University College London terhadap 529 orang menemukan latihan khusus pun hanya sedikit membantu (UCL).

  • 70% orang dewasa tidak yakin bisa membedakan suara tiruan dari suara asli, menurut survei McAfee terhadap 7.054 orang di tujuh negara (McAfee).

  • Bahan tiruan mudah didapat. Video ulang tahun, voice note, atau live streaming yang diunggah ke media sosial bisa jadi sumber rekaman suara dan wajah.

Survei McAfee tidak mencakup Indonesia, tapi alat peniru suara yang sama bisa dipakai dari mana saja. Karena itu, langkah memeriksa di bawah ini lebih bisa diandalkan daripada pendengaran atau penglihatanmu.

Tanda-tanda yang perlu kamu curigai

Ciri teknis deepfake makin sulit dilihat, jadi perhatikan dua hal: pola permintaannya dan kejanggalan suara atau videonya.

Pola permintaan yang mencurigakan:

  • Mendesak. "Sekarang juga", "jangan sampai telat", "nanti aku jelaskan".

  • Minta uang atau data. Transfer, pulsa, kode OTP, PIN, atau foto KTP.

  • Minta dirahasiakan. "Jangan bilang Papa dulu", "ini rahasia kantor".

  • Lewat nomor atau akun baru. "HP-ku rusak, ini nomor teman."

  • Menolak diverifikasi. Tidak mau ditelepon balik atau menghindar saat ditanya hal pribadi.

Kejanggalan suara atau video. FBI menyarankan memperhatikan nada dan pilihan kata yang tidak biasa, gerakan yang tidak wajar, jeda, serta suara yang tidak pas dengan gerakan bibir (FBI IC3). MIT Media Lab juga menyarankan memperhatikan kedipan mata dan gerakan bibir (MIT Media Lab). Tapi jangan merasa aman kalau semuanya terlihat wajar. Deepfake yang bagus bisa terlihat sempurna.

Cara mengecek sebelum transfer

OJK menyarankan memverifikasi permintaan yang tidak biasa, terutama yang meminta uang atau data pribadi, lewat saluran komunikasi lain (OJK). Dalam praktik, ada empat langkah:

  1. Tutup teleponnya. Bilang "nanti aku telepon balik". Penelepon asli tidak akan keberatan.

  2. Telepon balik ke nomor yang sudah kamu simpan sendiri. Jangan pakai nomor yang barusan menelepon. Kalau tidak bisa dihubungi, tanya keluarga atau teman dekatnya.

  3. Tanyakan hal yang hanya diketahui orang asli, atau minta kata sandi keluarga.

  4. Cek nomor rekening tujuan di cekrekening.id, layanan Komdigi untuk memeriksa apakah rekening pernah dilaporkan terkait penipuan (Komdigi).

Untuk gambar atau video yang beredar, kamu bisa mengunggahnya ke Gemini untuk mengecek tanda air SynthID. Batasnya, Gemini hanya bisa mengenali konten yang dibuat dengan AI milik Google (Google). Kalau tidak terdeteksi, belum tentu asli.

Buat kata sandi keluarga

Cara sederhana yang disarankan FBI adalah membuat kata atau frasa rahasia bersama keluarga (FBI IC3). Kalau ada telepon darurat yang meminta uang, minta penelepon menyebut kata sandi itu. Penipu yang meniru suara tidak akan tahu jawabannya.

Cara membuatnya:

  • Pilih kata yang tidak bisa ditebak dari media sosial. Hindari nama hewan peliharaan, tanggal lahir, atau nama sekolah. Contoh yang baik: "nasi uduk Bu Tini" atau "payung hijau".

  • Sepakati secara langsung, saat bertemu atau lewat telepon, jangan diumumkan di grup WhatsApp.

  • Jangan pernah menyebutnya duluan. Yang diminta menyebutkan adalah penelepon.

  • Ingatkan lagi setiap beberapa bulan, terutama ke orang tua dan anak.

FBI juga menyarankan membatasi foto dan suara yang dibagikan secara publik, misalnya dengan membuat akun media sosial menjadi privat (FBI IC3).

Kalau sudah terlanjur transfer

Jangan menunggu dan jangan malu. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyebut 12 jam pertama sebagai "critical time" untuk menyelamatkan dana korban (Antara). Lakukan langkah ini secepatnya:

  1. Hubungi call center bank atau e-wallet lewat nomor resmi yang tertera di kartu atau aplikasi. Minta rekening tujuan diblokir.

  2. Lapor ke Indonesia Anti-Scam Centre di iasc.ojk.go.id, lengkap dengan bukti transfer dan tangkapan layar percakapan. Sejak Januari 2026, laporan polisi juga bisa dibuat lewat sistem IASC, dan laporan ini dibutuhkan untuk proses pengembalian sisa dana (OJK).

  3. Butuh bantuan? Hubungi OJK di telepon 157 atau WhatsApp 081 157 157 157.

  4. Laporkan rekening dan nomor penipu di cekrekening.id supaya orang lain tidak jadi korban.

  5. Untuk laporan kejahatan siber ke Polri, gunakan patrolisiber.id. Polri menegaskan laporan penipuan online tidak diterima lewat nomor WhatsApp (Tribrata News Polri).

Hati-hati juga dengan "jasa pemulihan dana" yang menghubungimu setelah kamu jadi korban. Polri sudah memperingatkan adanya tautan pelaporan palsu yang mengatasnamakan polisi.

Pesan untuk grup keluarga

Orang tua dan kakek-nenek sering jadi sasaran karena belum tahu suara bisa ditiru. Kamu bisa menyalin pesan ini ke grup keluarga:

Info penting: sekarang penipu bisa meniru suara dan wajah orang dengan AI. Kalau ada yang telepon atau video call mengaku keluarga dan minta transfer mendadak, jangan langsung kirim. Tutup dulu, lalu telepon balik ke nomor yang sudah disimpan. Yuk kita sepakati kata sandi keluarga, tapi bilangnya langsung ya, jangan ditulis di grup ini. Kalau terlanjur transfer, segera telepon bank dan lapor ke iasc.ojk.go.id atau OJK 157.

FAQ

Apa itu deepfake dan suara tiruan AI? Deepfake adalah video atau gambar palsu yang dibuat AI untuk meniru wajah dan ekspresi seseorang. Suara tiruan (voice cloning) adalah teknik AI untuk meniru suara seseorang dari rekaman pendek. Penipu memakai keduanya untuk menyamar sebagai orang yang kamu kenal atau tokoh terkenal.

Berapa lama rekaman yang dibutuhkan untuk meniru suara? Dalam uji McAfee, rekaman tiga detik sudah cukup untuk membuat tiruan suara yang 85% mirip. Karena itu, video atau voice note yang diunggah ke media sosial bisa dimanfaatkan penipu.

Bagaimana cara mengetahui telepon dari keluarga itu asli atau tiruan AI? Jangan mengandalkan pendengaran. Tutup teleponnya, lalu telepon balik ke nomor yang sudah kamu simpan sendiri, atau minta penelepon menyebut kata sandi keluarga yang sudah disepakati.

Apa yang harus dilakukan kalau sudah transfer ke penipu? Segera hubungi call center resmi bank atau e-wallet untuk meminta rekening tujuan diblokir, lalu lapor ke Indonesia Anti-Scam Centre di iasc.ojk.go.id. OJK menyebut 12 jam pertama sebagai waktu kritis untuk menyelamatkan dana korban. Bantuan tersedia di OJK 157.

Bagaimana cara mengecek rekening penipu? Masukkan nomor rekening atau e-wallet di cekrekening.id, layanan Komdigi untuk memeriksa apakah rekening tersebut pernah dilaporkan terkait penipuan. Kamu juga bisa melaporkan rekening yang mencurigakan di sana.

Apakah Gemini atau aplikasi lain bisa mendeteksi semua deepfake? Belum. Gemini hanya bisa mengenali tanda air SynthID pada konten yang dibuat dengan AI milik Google. Kalau sebuah video tidak terdeteksi, belum tentu video itu asli. Cara paling aman tetap memverifikasi langsung ke orangnya.


Sumber

Baca juga

Kelas terkait

Mau paham AI supaya tidak mudah tertipu? Mulai dari kelas gratis Pakai AI dengan Aman & Jujur di Pawang.