Kembali ke Blog
Statistik penggunaan AI di Indonesia 2026: baru 18,2% orang Indonesia memakai AI

Statistik Penggunaan AI di Indonesia 2026: 20 Data Terbaru

Setiap hari, pengguna di Indonesia membuat hampir 9 juta gambar lewat Gemini, terbanyak di Asia Tenggara. Indonesia juga masuk lima besar dunia untuk pemakaian ChatGPT di bidang pendidikan, dihitung per jumlah penduduk. Namun survei APJII 2026 mencatat hanya 18,2% responden yang pernah memakai AI, turun dari 27,3% setahun sebelumnya.

Dua fakta itu bisa benar bersamaan. Orang yang sudah memakai AI memakainya dengan sangat aktif, sementara sebagian besar orang Indonesia belum mulai.

Kami merangkum 20 data penggunaan AI di Indonesia per Oktober 2026: siapa yang memakai, untuk apa, di sekolah, di kantor, sampai risikonya. Setiap angka kami cantumkan beserta sumber, periode data, dan siapa yang disurvei, karena angka AI sering dikutip tanpa konteks.

Ringkasan: 5 angka paling penting

  • 18,2% responden survei APJII 2026 pernah memakai AI, turun dari 27,3% pada 2025.

  • 29,4% Gen Z memakai AI, generasi paling aktif. Milenial 16,7%, Gen X 7,5%.

  • 36,5% pengguna AI memakainya untuk hiburan, alasan nomor satu.

  • 69% pekerja memakai AI untuk pekerjaannya, tapi hanya 16% yang memakainya setiap hari.

  • 702.342 laporan penipuan masuk ke Indonesia Anti-Scam Centre hingga September 2026. OJK menyebut deepfake dan peniruan suara sebagai salah satu modusnya.

Berapa banyak orang Indonesia yang memakai AI?

1. Baru 18,2% responden survei APJII yang pernah memakai AI. Survei Penetrasi dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2026 dari APJII mewawancarai 8.700 orang berusia 13 tahun ke atas di 38 provinsi, secara tatap muka, pada 1 Februari sampai 15 Maret 2026. Sebanyak 81,8% sisanya belum pernah memakai AI (Bisnis.com, Databoks).

2. Angkanya turun dari tahun lalu. Menurut survei APJII, pemakai AI tercatat 24,7% pada 2024, naik ke 27,3% pada 2025, lalu turun ke 18,2% pada 2026 (Databoks). APJII belum menjelaskan penyebab penurunannya. Periode survei 2025 (April sampai Juli) dan 2026 (Februari sampai Maret) juga berbeda, jadi perbandingan antartahun perlu dibaca hati-hati.

3. Gen Z paling aktif memakai AI. Sebanyak 29,4% responden Gen Z (usia 13 sampai 28 tahun) memakai AI, disusul Milenial 16,7%, Gen X 7,5%, dan Baby Boomer 0,8% (Bisnis.com).

4. Laki-laki sedikit lebih banyak memakai AI. Sebanyak 19,7% responden laki-laki memakai AI, dibanding 16,7% responden perempuan (Bisnis.com).

5. Data Microsoft menunjukkan angka yang mirip: 14,8%. Laporan AI Diffusion Microsoft memperkirakan 14,8% penduduk Indonesia berusia 15 sampai 64 tahun memakai AI generatif pada kuartal kedua 2026, naik dari 14,1% di kuartal pertama. Angka global 18,8%, jadi Indonesia masih di bawah rata-rata dunia (Microsoft).

AI dipakai untuk apa, dan kenapa banyak yang belum memakai?

6. Hiburan jadi alasan nomor satu. Di antara pengguna AI dalam survei APJII 2026, 36,5% memakainya untuk hiburan, 30,2% untuk edukasi dan riset, 26,9% untuk pekerjaan dan produktivitas, dan 6,4% sebagai asisten suara (Bisnis.com).

7. Yang belum memakai AI kebanyakan merasa tidak butuh atau belum kenal. Menurut olahan Databoks atas survei APJII 2026, 43,1% orang yang belum memakai AI merasa tidak membutuhkan konten AI, dan 35,5% tidak mengetahui teknologinya (Databoks). Pada survei 2025, alasan terbesarnya adalah tidak tahu teknologi AI, yaitu 46,6% (Databoks).

Aplikasi AI apa yang paling banyak dipakai?

8. ChatGPT jadi situs AI paling sering dikunjungi. Berdasarkan data Semrush untuk Februari 2026, ChatGPT mencatat 119,5 juta kunjungan dari Indonesia, jauh di atas Gemini dengan 33,1 juta kunjungan. Di bawahnya ada Character.AI (7,6 juta), DeepSeek (5,1 juta), Remove.bg (4,8 juta), DeepL (4,5 juta), Claude (3,9 juta), dan Perplexity (3,2 juta) (GoodStats). Daftar ini tidak memasukkan openai.com (6,7 juta) dan chat.deepseek.com (3,8 juta) yang dihitung terpisah. Data ini juga hanya menghitung kunjungan lewat situs web, jadi pemakaian lewat aplikasi HP tidak termasuk.

9. Pengguna Indonesia membuat hampir 9 juta gambar per hari lewat Gemini, tertinggi di Asia Tenggara. Data ini berasal dari data internal Google untuk Januari sampai Maret 2026 (Gemini Report Asia Tenggara 2026). Contoh membuat gambar yang bagus dengan Gemini dan ChatGPT ada di artikel Gemini vs ChatGPT untuk membuat gambar.

10. 84% perintah ke Gemini di Indonesia ditulis dalam bahasa Indonesia (Gemini Report Asia Tenggara 2026). Artinya, kamu tidak perlu jago bahasa Inggris untuk memakai AI.

11. 82% interaksi Gemini di Indonesia dilakukan lewat HP (Investortrust, mengutip laporan Google).

12. 32% interaksi pengguna Gemini di Indonesia bersifat kreatif, lebih tinggi dari rata-rata Asia Tenggara sebesar 25%. Membuat gambar adalah permintaan kreatif yang paling populer (Gemini Report Asia Tenggara 2026).

AI di sekolah dan kampus

13. Indonesia masuk lima besar dunia untuk pemakaian ChatGPT di bidang pendidikan, dihitung per jumlah penduduk. Sekitar 450 juta pesan terkait pendidikan dan pembelajaran dikirim ke ChatGPT dari Indonesia pada Maret 2026 saja. Data ini disampaikan Raghav Gupta, Head of Education Asia Pasifik OpenAI, di Jakarta pada 8 April 2026 (teknologi.id).

14. 61% orang dewasa Indonesia memakai AI untuk belajar, tertinggi dari 10 negara yang disurvei Statista Consumer Insights pada Januari sampai Juni 2026. India menyusul dengan 57%, sementara Amerika Serikat hanya 22% (detikEdu). Survei ini dilakukan secara online terhadap responden usia 18 sampai 64 tahun.

15. Coding dan AI kini jadi mata pelajaran pilihan di sekolah, diterapkan bertahap mulai tahun ajaran 2025/2026 untuk kelas 5, 7, dan 10 (Kemendikdasmen). Pada Oktober 2026, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut baru sekitar 25% sekolah yang mengajarkannya (Antara).

Kalau kamu mahasiswa yang memakai AI untuk tugas akhir, pastikan pemakaiannya tetap jujur. Panduannya ada di kelas Nulis Skripsi Lebih Cepat.

AI di tempat kerja dan bisnis

16. 69% pekerja Indonesia sudah memakai AI untuk pekerjaannya, tapi hanya 16% yang memakainya setiap hari. Survei Hopes and Fears dari PwC mewawancarai 812 pekerja Indonesia pada Juli sampai Agustus 2025. Hanya 8% yang memakai AI agent setiap hari (PwC Indonesia).

17. 96% pekerja yang memakai AI setiap hari merasa lebih produktif, dibanding 75% di kalangan yang jarang memakai (PwC Indonesia).

18. 85% pekerja Indonesia yang memakai AI khawatir tertinggal kalau tidak cepat beradaptasi, jauh di atas angka global 65%. Laporan Work Trend Index 2026 dari Microsoft juga mencatat 33% pekerja Indonesia masuk kelompok pengguna AI tingkat lanjut, dua kali lipat rata-rata global 16% (Microsoft). Microsoft tidak mencantumkan jumlah responden Indonesia di rilis tersebut.

19. 28% bisnis di Indonesia sudah memakai AI, dan 57% terhambat kurangnya tenaga terampil. Riset AWS bersama Strand Partners terhadap 1.000 pemimpin bisnis mencatat sekitar 18 juta bisnis sudah mengadopsi AI per 2024. Hanya 21% yang merasa tenaga kerjanya siap (AWS).

Pola dari data 16 sampai 19 sama: banyak yang sudah mencoba AI, tapi sedikit yang memakainya rutin, dan hambatan terbesarnya keterampilan. Kalau kamu ingin memakai AI untuk kerjaan sehari-hari, mulai dari kelas ChatGPT buat Kerjaan Harian. Kalau pekerjaanmu melibatkan data klien, baca dulu cara pakai AI untuk kerja tanpa membocorkan data klien.

Risiko AI: penipuan dan aturan

20. Indonesia Anti-Scam Centre menerima 702.342 laporan penipuan hingga 30 September 2026, sejak beroperasi 22 November 2024. Dana korban senilai Rp811,1 miliar sudah diblokir (Kontan). Angka ini mencakup semua jenis penipuan, bukan hanya yang memakai AI. Namun OJK secara khusus memperingatkan dua modus berbasis AI: peniruan suara (voice cloning) untuk menyamar sebagai teman atau keluarga, dan video deepfake yang meniru wajah seseorang. Per 11 November 2025, kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp7,8 triliun (OJK).

Saran OJK sederhana: kalau ada permintaan uang atau data pribadi yang tidak biasa, apalagi lewat telepon atau video, verifikasi dulu lewat jalur lain. Telepon balik nomor yang kamu simpan sendiri, atau tanya langsung orangnya.

Status aturan AI di Indonesia. Indonesia belum punya undang-undang khusus AI. Pemerintah menyiapkan dua Peraturan Presiden: Peta Jalan Kecerdasan Artifisial 2026 sampai 2029 dan Etika Kecerdasan Artifisial. Per awal September 2026, Komdigi menyatakan keduanya tinggal menunggu tanda tangan Presiden (Kontan). Sampai artikel ini ditulis, kami belum menemukan kabar bahwa keduanya sudah ditandatangani. Sementara itu, pedoman yang berlaku masih Surat Edaran Menkominfo Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial, yang berupa pedoman etika bagi pengembang dan penyelenggara AI (Kominfo).

Kenapa angka pengguna AI di Indonesia berbeda-beda?

Kamu mungkin menemukan pernyataan bahwa tingkat adopsi AI di Indonesia sudah mencapai 92% di satu berita, dan "baru 18,2%" di berita lain. Keduanya bisa muncul karena setiap survei menghitung kelompok orang yang berbeda:

  • APJII (18,2%) mewawancarai 8.700 orang berusia 13 tahun ke atas secara tatap muka di seluruh provinsi. Ini yang paling mendekati gambaran nasional.

  • Microsoft (14,8%) memperkirakan dari data pemakaian perangkat, untuk penduduk usia 15 sampai 64 tahun.

  • Statista (61% untuk belajar) menyurvei responden online usia 18 sampai 64 tahun. Orang yang aktif online wajar lebih sering memakai AI.

  • PwC (69%) hanya menyurvei pekerja, bukan seluruh penduduk.

Jadi sebelum mengutip angka pengguna AI, cek tiga hal: siapa yang disurvei, kapan datanya diambil, dan apa yang dihitung (pernah memakai, memakai setiap hari, atau jumlah kunjungan). Kebiasaan yang sama berlaku saat kamu mengecek jawaban AI, seperti yang kami bahas di kelas Pakai AI dengan Aman & Jujur.

Apa artinya data ini buat kamu?

Kalau kamu sudah memakai AI, kamu termasuk minoritas. Survei APJII menunjukkan 4 dari 5 orang Indonesia belum memakainya, dan alasan terbesarnya merasa tidak butuh atau belum kenal. Di sisi lain, data PwC menunjukkan pekerja yang memakai AI setiap hari jauh lebih sering merasa produktif dibanding yang jarang memakai.

Jarak antara "pernah mencoba" dan "memakai rutin" biasanya soal keterampilan. Hasil AI yang kurang memuaskan sering membuat orang berhenti mencoba, padahal masalahnya ada di cara memberi perintah. Tiga artikel ini bisa jadi titik awal:

FAQ

Berapa persen orang Indonesia yang memakai AI? Menurut survei APJII 2026 terhadap 8.700 responden berusia 13 tahun ke atas, 18,2% pernah memakai AI. Laporan Microsoft memperkirakan 14,8% penduduk usia 15 sampai 64 tahun memakai AI generatif pada kuartal kedua 2026.

Apakah pengguna AI di Indonesia naik atau turun? Menurut survei APJII, angkanya turun dari 27,3% pada 2025 menjadi 18,2% pada 2026. Data Microsoft justru menunjukkan kenaikan tipis dari 14,1% ke 14,8% antara kuartal pertama dan kedua 2026. Perbedaan ini terjadi karena metode dan kelompok yang dihitung berbeda.

Aplikasi AI apa yang paling banyak dipakai di Indonesia? Berdasarkan kunjungan situs web pada Februari 2026, ChatGPT paling banyak dikunjungi dengan 119,5 juta kunjungan, disusul Gemini dengan 33,1 juta kunjungan.

Generasi mana yang paling banyak memakai AI di Indonesia? Gen Z, dengan 29,4% responden memakai AI menurut survei APJII 2026. Milenial di posisi kedua dengan 16,7%.

Orang Indonesia paling banyak memakai AI untuk apa? Untuk hiburan (36,5% pengguna), disusul edukasi dan riset (30,2%), lalu pekerjaan dan produktivitas (26,9%), menurut survei APJII 2026.

Apakah Indonesia sudah punya aturan tentang AI? Belum ada undang-undang khusus AI. Dua Peraturan Presiden tentang peta jalan dan etika AI sudah disusun dan, per September 2026, menunggu tanda tangan Presiden. Pedoman yang berlaku saat ini adalah Surat Edaran Menkominfo Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial.

Cara mengutip data ini

Kamu boleh memakai data dan grafik di halaman ini untuk tulisan, presentasi, atau tugas, dengan mencantumkan sumber aslinya dan menautkan ke halaman ini:

Pawang AI, "Statistik Penggunaan AI di Indonesia 2026", https://pawang.io/blog/statistik-penggunaan-ai-di-indonesia


Sumber

Baca juga

Kelas terkait

Mau masuk kelompok yang memakai AI setiap hari? Mulai dari kelas gratis Dasar Prompting, lalu langsung latihan di Ruang Latihan Pawang.